Media setempat melaporkan bahwa rahasia umur panjang sang nenek bukanlah hal yang rumit atau mahal. Ia tidak mengandalkan suplemen berlebihan ataupun pola hidup ekstrem. Sebaliknya, ia justru menjalani rutinitas sederhana yang konsisten selama puluhan tahun: menjaga pola makan, rutin bergerak, dan menghindari stres berlebihan.
Cerita ini pun ramai di perbincangkan karena banyak orang menganggap umur panjang identik dengan faktor keturunan. Namun para ahli menekankan, gen memang berpengaruh, tetapi kebiasaan hidup sehari-hari juga memiliki peran besar dalam menentukan kualitas kesehatan seseorang ketika memasuki usia lanjut.
Nenek Di China Tetap Aktif Meski Sudah Lansia
Salah satu kebiasaan yang di sorot dari sang nenek adalah konsistensinya untuk tetap aktif. Ia terbiasa berjalan kaki setiap hari, melakukan pekerjaan ringan, serta tidak membiarkan tubuhnya terlalu lama diam. Aktivitas sederhana seperti membersihkan rumah, merapikan halaman, hingga sekadar jalan santai di nilai membantu menjaga kekuatan otot dan kelenturan sendi. Nenek Di China Tetap Aktif Meski Sudah Lansia.
Pakar kesehatan menyebut, aktivitas fisik ringan namun rutin sangat penting bagi lansia karena dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi, menjaga gula darah, dan memperlancar metabolisme.
“Bukan harus olahraga berat. Yang penting tubuh bergerak setiap hari, walau cuma 20–30 menit,” kata seorang dokter geriatri.
Pola Makan Sederhana dan Tidak Berlebihan
Selain aktif bergerak, sang nenek juga di kenal memiliki pola makan yang sederhana. Ia lebih sering mengonsumsi makanan rumahan dengan menu seimbang, termasuk sayur, sup hangat, ikan, dan sumber protein secukupnya. Ia juga tidak terbiasa makan dalam porsi besar.
Yang menarik, sang nenek di sebut jarang mengonsumsi makanan instan, gorengan berlebihan, atau makanan tinggi gula. Ia lebih memilih makanan segar dan minum air putih secara cukup.
Ahli gizi menjelaskan bahwa pola makan sederhana cenderung lebih sehat karena minim pengawet dan gula tambahan. Konsumsi sayuran yang rutin juga membantu pencernaan, sekaligus mendukung sistem imun.
Tidur Teratur Dan Bangun Lebih Pagi
Rutinitas lain yang di percaya membantu sang nenek adalah tidur teratur. Ia membiasakan tidur lebih awal dan bangun pagi, sehingga tubuhnya memiliki waktu pemulihan cukup. Tidur Teratur Dan Bangun Lebih Pagi.
Dalam dunia medis, tidur yang baik di ketahui sangat memengaruhi kesehatan jantung, tekanan darah, hingga kemampuan otak memproses informasi. Lansia yang tidur cukup di nilai lebih jarang mengalami kelelahan ekstrem maupun gangguan suasana hati.
Jarang Stres, Lebih Banyak Bersyukur
Banyak orang tidak sadar bahwa stres berkepanjangan dapat menjadi pemicu berbagai penyakit. Sang nenek di sebut memiliki cara berpikir yang tenang. Ia jarang marah, tidak menyimpan emosi negatif terlalu lama, dan lebih memilih menjalani hidup dengan santai.
Menurut psikolog, ketenangan mental dapat menjaga hormon stres tetap stabil. Jika hormon stres seperti kortisol terus tinggi, risiko penyakit seperti hipertensi, di abetes, hingga gangguan tidur bisa meningkat.
Pesan untuk Anak Muda
Kisah nenek berusia 100 tahun di China menjadi pengingat bahwa hidup panjang bukan sekadar soal umur, tetapi soal kualitas kesehatan. Pola hidup sehat tidak harus mahal, tetapi harus konsisten. Kebiasaan sederhana seperti makan seimbang, rutin bergerak, tidur cukup, dan menjaga pikiran tetap positif bisa menjadi fondasi umur panjang.
Para ahli pun menekankan bahwa gaya hidup sehat sebaiknya di mulai sejak muda, agar tubuh memiliki “tabungan kesehatan” saat memasuki usia lansia.
