Site icon MerdekaViral24

Seruan Boikot “Upin & Ipin Universe” Menggema Di Malaysia

Seruan Boikot "Upin & Ipin Universe" Menggema Di Malaysia

Seruan Boikot “Upin & Ipin Universe” Menggema Di Malaysia

Seruan Boikot “Upin & Ipin Universe” Menggema Di Malaysia Yang Di Anggap Melanggar Hak Cipta Dan Lain Sebagainya. Halo penggemar game dan serial animasi! Ada kabar mengejutkan datang dari Negeri Jiran, Malaysia. Game yang di nanti-nanti, “Upin & Ipin Universe”. Terlebih yang di angkat dari animasi ikonik kesayangan banyak orang. Namun justru di terpa badai kontroversi. Bukan pujian yang di dapat, melainkan Seruan Boikot yang kini santer terdengar dan menggema di kalangan para gamer Malaysia! Mengapa game yang seharusnya membawa kebanggaan ini justru memicu gelombang penolakan? Apa yang membuat para gamer di Malaysia begitu kecewa hingga memilih untuk tidak memainkan atau bahkan membeli game ini? Apakah ini terkait dengan kualitas grafis, gameplay. Serta bug yang mengganggu, atau ada isu lain yang lebih fundamental yang membuat mereka merasa tidak puas? Mari kita selami lebih dalam akar permasalahan di balik permasalahan ini.

Mengenai ulasan tentang Seruan Boikot ” Upin & Ipin Universe” menggema di Malaysia telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Harga Di Anggap Terlalu Mahal

Harga permainan ini menjadi sorotan tajam di kalangan gamer Malaysia. Karena di anggap terlalu mahal di bandingkan dengan kualitas yang di tawarkan. Terlebih permainan ini di jual seharga sekitar RM170 hingga RM177. Ataupun setara dengan Rp579.000–Rp654.000 di Indonesia. Bagi banyak orang, angka ini tergolong tinggi. Bahkan sebanding dengan game kelas internasional atau AAA. Contohnya seperti Horizon Forbidden West dan Spider-Man: Miles Morales. Serta yang memiliki standar produksi, gameplay, dan grafis jauh lebih kompleks. Masalah utama terletak pada ketidaksesuaian antara harga dan isi game. Meskipun menggunakan nama besar Upin & Ipin. Namun permainan ini di nilai memiliki kualitas teknis yang biasa saja. Banyak pemain mengeluhkan adanya bug, animasi yang kaku, hingga gameplay yang monoton. Serta terasa seperti produk setengah jadi. Hal ini menimbulkan kesan bahwa harga yang di patok tidak mencerminkannya.

Seruan Boikot “Upin & Ipin Universe” Menggema Di Malaysia Dengan Berbagai Alasan

Kemudian juga masih membahas Seruan Boikot “Upin & Ipin Universe” Menggema Di Malaysia Dengan Berbagai Alasan. Dan fakta lainnya adalah:

Masalah Bug & Performa

Kedua masalah ini menjadi salah satu alasan paling kuat di balik seruan boikot game tersebut oleh gamer Malaysia. Meskipun membawa nama besar waralaba animasi lokal yang sangat populer. Akan tetapi game ini justru menuai kekecewaan. Karena peluncurannya di warnai berbagai kendala teknis yang mengganggu pengalaman bermain. Sejak hari pertama rilis, banyak pemain melaporkan munculnya bug yang serius. Serta menyebar luas di berbagai platform, mulai dari PC hingga konsol. Beberapa bug yang paling banyak di keluhkan termasuk karakter yang tiba-tiba tersangkut di objek atau tembok. Kemudian juga animasi karakter yang patah-patah, pergerakan kamera yang kacau. Hingga gangguan suara yang hilang atau muncul tidak sinkron. Bahkan, sejumlah pemain mengalami crash. Ataupun permainan tiba-tiba tertutup sendiri tanpa peringatan. Terutama pada perangkat dengan spesifikasi menengah ke bawah. Selain bug, performa teknis secara keseluruhan di nilai buruk.

Meskipun menggunakan Unreal Engine 5. Lalu dengan kualitas visual yang di tampilkan tidak menunjukkan keunggulan berarti. Bahkan terasa ketinggalan zaman. Banyak pemain menyebut tampilan grafis game ini menyerupai standar game mobile era 2012, dengan tekstur kabur. Serta dengan pencahayaan seadanya, dan efek visual yang minim. Hal ini menimbulkan kesan bahwa engine canggih yang di gunakan tidak di maksimalkan dengan baik. Kinerja game juga tidak stabil. Dalam banyak kasus, frame rate turun drastis saat berada di area dengan banyak NPC atau efek visual. Sehingga menyebabkan lag atau keterlambatan gerakan. Beberapa pemain juga mengeluhkan waktu loading yang terlalu lama. Dan tidak konsisten antar platform. Masalah teknis ini semakin di perparah dengan tidak adanya optimasi yang baik untuk berbagai perangkat. Di PC, permainan ini sulit di sesuaikan dengan pengaturan grafis tertentu.

Kontroversi “Ipin Dan Upin Universe”: Gamer Negeri Jiran Beri Pencekalan!

Selain itu, masih ada pemicu di balik Kontroversi “Ipin Dan Upin Universe”: Gamer Negeri Jiran Beri Pencekalan!. Dan pemicu lainnya karena:

Konten Terlalu Kekanak-Kanakan & Sensor

Salah satu aspek yang turut memicu seruan boikot terhadap game ini. Tentunya adalah soal konten yang di nilai terlalu kekanak-kanakan dan terlalu banyak sensor. Meskipun secara brand Upin & Ipin memang di tujukan untuk anak-anak. Namun banyak gamer dewasa dan remaja merasa bahwa pendekatan yang terlalu polos dan steril dalam game ini justru mempersempit daya tariknya. Bahkan untuk kalangan keluarga. Konten dalam game di gambarkan sangat sederhana, minim tantangan. Serta nyaris tanpa konflik atau elemen yang bisa merangsang rasa penasaran. Ataupun melakukan eksplorasi mendalam. Gameplay-nya di dominasi oleh aktivitas-aktivitas ringan. Contohnya seperti memancing, berkebun, memasak, bermain gasing. Serta berinteraksi dengan karakter di Kampung Durian Runtuh. Namun, mekanisme permainan yang di hadirkan di anggap terlalu dangkal. Kemudian tidak berkembang dari satu tahap ke tahap lainnya.

Hal ini membuat banyak pemain merasa cepat bosan. apalagi yang mengharapkan pengalaman bermain yang lebih kompleks atau bervariasi. Selain itu, banyak yang menilai narasi dan dialog dalam game ini terlalu datar. Serta tidak memiliki dinamika emosional. Ataupun konflik ringan yang biasanya justru di butuhkan dalam storytelling sebuah game. Setiap interaksi terasa “aman”, seolah-olah terlalu di saring. Agar tidak menyinggung siapa pun. Akibatnya, permainan terasa sangat steril, tanpa kejutan. Kemudian juga dnegan momen emosional yang bermakna. Ini menyebabkan kesan bahwa game ini bukan hanya ramah anak. akan tetapi sepenuhnya di kurung dalam batasan tontonan anak-anak usia dini. Sehingga sulit di nikmati oleh pemain dari kelompok usia lebih tinggi. Masalah sensor juga menjadi sorotan. Sejumlah pengguna menyebut banyak aspek dalamnya ini tampak berusaha menghindari segala bentuk visual atau narasi yang bisa di anggap “dewasa”.

Kontroversi “Ipin Dan Upin Universe”: Gamer Negeri Jiran Beri Pencekalan Terhadap Permainan Ini!

Selanjutnya juga masih ada pemicu tentang Kontroversi “Ipin Dan Upin Universe”: Gamer Negeri Jiran Beri Pencekalan Terhadap Permainan Ini!. Dan pemicu lainnya adalah:

Kritik Terhadap Dukungan Pemerintah

Hal ini menjadi salah satu isu sensitif yang ikut memperkuat seruan boikot terhadap gamenya. Banyak gamer Malaysia merasa bahwa keterlibatan pemerintah dalam mendukung pengembangan game ini justru menunjukkan ironi. Dan alih-alih menjadi kebanggaan nasional, game tersebut di nilai gagal memenuhi ekspektasi. Bahkan menjadi simbol dari penggunaan dana publik yang tidak efisien. Terlebihnya dalam industri kreatif digital. Permainan ini di ketahui mendapatkan dukungan dari lembaga dan kementerian terkait di Malaysia. Serta yang termasuk dari sektor ekonomi digital dan industri kreatif. Pemerintah sendiri memang memiliki visi untuk mendorong pertumbuhan industri game lokal.

Tentunya sebagai bagian dari strategi nasional dalam pengembangan ekonomi digital. Maka, ketika game ini di umumkan sebagai “game nasional kebanggaan Malaysia”. Dan menjadi salah satu proyek yang di kedepankan. Kemudian dengan ekspektasi publik pun otomatis meningkat. Namun, begitu game tersebut dirilis, gelombang kritik muncul dari berbagai arah. Para gamer merasa kecewa. Karena kualitas teknis dan kreativitas dalam game tidak mencerminkan proyek yang layak. Terlebih yang di dukung secara besar-besaran oleh negara. Game ini di nilai masih jauh dari standar industri global maupun regional. Padahal sudah mengantongi sokongan dari lembaga resmi. Di sinilah kritik terhadap pemerintah mulai menguat: publik mempertanyakan bagaimana alokasi dana. Kemudian pengawasan mutu, serta proses kurasi proyek kreatif dilakukan oleh institusi yang terlibat.

Jadi itu dia beberapa pemicu yang buat “Upin & Ipin Universe” menggema di Malaysia dan jadi Seruan Boikot.

Exit mobile version