Hewan melata ini juga mempunyai nama latin Bungarus candidus. Terlebih yang di kenal sebagai salah satu ular paling berbisa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ciri-cirinya sangat khas dan mudah di kenali, terutama dari pola warnanya yang mencolok. Dan tubuh ular ini memiliki belang hitam dan putih yang melingkar seperti pola zebra. Kemudian jugamembentang dari kepala hingga ujung ekor. Corak mencolok ini sebenarnya merupakan bentuk peringatan alami. Terlebih bagi makhluk lain bahwa ia ini berbahaya. Meski begitu, masih banyak orang yang keliru menganggap ular ini tidak berbahaya. Karena tampilannya yang terkesan jinak dan tidak menakutkan. Ukuran tubuh ular weling tergolong sedang, dengan panjang yang bisa mencapai sekitar satu hingga satu setengah meter. Bentuk kepalanya kecil dan tidak terlalu menonjol dari leher. Serta juga memberikan kesan seolah tidak memiliki leher yang jelas.
Mengungkap Ular Weling: Penelitian Dosen Brawijaya Dan UGM Dengan Ciri Habitatnya
Kemudian juga masih Mengungkap Ular Weling: Penelitian Dosen Brawijaya Dan UGM Dengan Ciri Habitatnya. Dan fakta lainnya adalah:
Habitat Alami Dan Penyebarannya
Habitat alami dan penyebarannya merupakan aspek penting yang dijelaskan oleh para dosen. Dan dengan ahli herpetologi dari Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Hewan ini di kenal sebagai spesies yang mampu hidup di berbagai lingkungan. Namun memiliki preferensi tertentu terhadap area yang lembap dan teduh. Serta habitat utamanya berada di kawasan tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Maka menjadikannya umum ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Terlebih khususnya pada saat musim penghujan. Secara alami, hewan ini hidup di area yang relatif dekat dengan air. Dan juga memiliki kelembapan tinggi. Ia banyak di temukan di kawasan hutan sekunder, semak belukar, tepi sungai. Kemudian juga dengan area persawahan. Serta di kebun yang di tumbuhi vegetasi lebat. Tempat-tempat seperti tumpukan kayu, batu-batuan, lubang di tanah. Kemudian juga sisa-sisa bangunan tua sering menjadi tempat persembunyiannya.
Terutama saat siang hari ketika ia cenderung beristirahat. Ia juga menyukai tempat yang memiliki banyak mangsa kecil. Contohnya seperti tikus, katak, dan reptil lainnya. Penyebarannya cukup luas di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, ia dapat di temukan di berbagai pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Ular ini mampu beradaptasi dengan baik di berbagai wilayah tropis. Dan juga termasuk lingkungan yang bersinggungan langsung dengan aktivitas manusia. Oleh karena itu, tidak jarang ia masuk ke area permukiman. Terutama yang berbatasan dengan ladang atau hutan kecil. Hal ini sering terjadi saat musim hujan. Ketika area lembap lebih mudah di temui dan populasi mangsa juga meningkat. Kemampuan adaptasi hewan melata ini terhadap perubahan lingkungan membuatnya cukup fleksibel. Namun juga membawa potensi bahaya lebih besar bagi manusia.
Fakta Bungarus Candidus: Khas Serta Bahayanya (Studi Dosen UB-UGM)
Selain itu, masih ada Fakta Bungarus Candidus: Khas Serta Bahayanya (Studi Dosen UB-UGM). Dan fakta lainnya adalah:
Tingkat Bahaya Dan Racunnya
Tingkat bahaya dan racunnya menjadi perhatian utama dalam kajian para dosen dan ahli dari Universitas Brawijaya. Dan juga dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Hewan ini bukan hanya di kenal karena pola tubuhnya yang mencolok. Akan tetapi juga karena kemampuan racunnya yang sangat mematikan. Meski terlihat tenang dan tidak agresif. Terlebih ia termasuk ke dalam golongan ular berbisa tinggi yang racunnya dapat mengancam nyawa manusia hanya dalam hitungan jam. Jika tidak segera di tangani secara medis. Racunnya bersifat neurotoksik, yakni menyerang sistem saraf pusat manusia. Begitu masuk ke tubuh korban melalui gigitan. Maka racun ini akan mulai menghambat transmisi sinyal antara saraf dan otot. Akibatnya, korban bisa mengalami kelumpuhan otot secara bertahap. Kemudian yang di mulai dari otot wajah, kelopak mata, hingga otot pernapasan. Jika tidak segera mendapat penanganan. Maka korban bisa mengalami gagal napas yang berujung pada kematian.
Inilah yang membuat racun ular weling termasuk dalam kategori yang sangat berbahaya. Yang membuat racun ular ini semakin mengkhawatirkan adalah sifatnya yang diam-diam. Namun mematikan. Banyak kasus gigitan ular weling tidak langsung menimbulkan rasa sakit yang parah. Sehingga korban seringkali tidak menyadari bahaya yang sedang mengancam. Rasa nyeri bisa saja ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali di awal. Namun gejala serius seperti penglihatan kabur, kesulitan menelan, bicara tidak jelas. Dan juga kesulitan bernapas akan muncul dalam beberapa jam setelah gigitan terjadi. Kondisi ini sering membuat korban terlambat mencari pertolongan medis. Dosen dan pakar dari UGM dan Universitas Brawijaya juga menekankan bahwa hewan satu ini tidak akan menyerang kecuali merasa terancam. Artinya, gigitan biasanya terjadi karena manusia tidak sengaja menginjak atau mengganggunya.
Fakta Bungarus Candidus: Khas Serta Bahayanya Yang Bisa Mengancam Nyawa (Studi Dosen UB-UGM)
Selanjutnya juga masih ada Fakta Bungarus Candidus: Khas Serta Bahayanya Yang Bisa Mengancam Nyawa (Studi Dosen UB-UGM). Dan fakta lainnya adalah:
Pesan Dan Imbauan Ahli
Pesan dan imbauan yang di sampaikan oleh para ahli dari Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Tentunya terkait Bungarus Candidus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. Serta mendorong langkah preventif di kalangan masyarakat. Dan mengingat ular ini termasuk jenis berbisa tinggi yang bisa di temukan di sekitar lingkungan manusia. Serta para pakar menekankan pentingnya edukasi dan kewaspadaan untuk mencegah risiko gigitan. Kemudian juga menangani kejadian secara tepat. Salah satu imbauan utama adalah tidak panik dan tidak mencoba menangkapnya secara langsung. Terutama jika seseorang tidak memiliki pengalaman menangani ular berbisa. Meskipun ular ini cenderung tidak agresif dan seringkali diam saat bertemu manusia.
Namun ia dapat menggigit dalam situasi terancam. Gigitan ini sangat berbahaya karena racunnya bersifat neurotoksik yang bisa menyebabkan kelumpuhan. Kemudian juga dengan kematian dalam waktu singkat. Oleh karena itu, langkah terbaik ketika melihatnya adalah segera menjauh dengan tenang. Dan juga menghindari gerakan mendadak yang dapat memicu respons defensif dari ular. Para ahli juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat malam hari. Karena ular weling aktif pada waktu tersebut. Terutama bagi warga yang tinggal dekat dengan area persawahan, kebun, atau tepi hutan. Serta penggunaan penerangan saat berjalan di luar ruangan pada malam hari sangat di sarankan. Selain itu, penting untuk memeriksa area rumah. Tentunya seperti kamar mandi luar, gudang, atau tumpukan barang, yang bisa menjadi tempat persembunyian ular saat siang hari.
Jadi itu dia beberapa fakta mengenai penelitian dosen Brawijaya dan UGM yang Mengungkap Ular Weling.