Bank BTN

Bank BTN Sangat Berminat Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara

Bank BTN Tengah Mengkaji Rencana Strategis Untuk Memperluas Lini Bisnisnya Di Luar Layanan Perbankan Konvensional. Salah satunya melalui potensi mengakuisisi PT Asuransi Binagriya Upakara — perusahaan asuransi yang telah lama menjalin kerja sama dengan BTN terutama dalam memberikan perlindungan bagi nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam pernyataannya menegaskan bahwa perseroan memang tengah mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih perusahaan asuransi itu. Namun, keputusan akhir masih sangat tergantung pada beberapa kajian internal serta proses konsolidasi yang saat ini sedang berlangsung di industri asuransi nasional Bank BTN.

Alasan di Balik Ketertarikan Bank BTN

Menurut Nixon, rencana ini muncul setelah Asuransi Binagriya Upakara mengirim surat kepada BTN. Mengindikasikan kebutuhan dukungan modal untuk memenuhi ketentuan modal minimum yang di tetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulasi terbaru mensyaratkan perusahaan asuransi konvensional memiliki ekuitas minimal Rp1 triliun pada tahun 2028. Dan Binagriya memerlukan dukungan untuk mencapai target tersebut.

Mengenai kinerja perusahaan asuransi yang di targetkan, BTN menilai Binagriya memiliki fundamental yang cukup kuat. Indikator Return on Assets (ROA) tercatat di atas 5%, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai sekitar 18%. Angka yang relatif mengesankan di tengah kompetisi industri asuransi. Dengan rasio klaim yang lebih rendah di bandingkan banyak perusahaan asuransi lain, Binagriya di nilai memiliki pengelolaan risiko yang efektif.

Namun demikian, skala bisnis Binagriya saat ini masih relatif kecil. Untuk itu, BTN masih melakukan kajian mendalam tentang apakah langkah terbaiknya adalah BTN langsung mengambil alih terlebih dahulu atau justru melakukan akuisisi melalui holding asuransi besar seperti Indonesia Financial Group (IFG) atau bekerja sama dengan pihak lain dalam proses konsolidasi industri.

Untuk Memperkuat Ekosistem Kredit Perumahan

Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya BTN dalam memperkuat ecosystem bisnisnya. Khususnya dalam mendukung layanan KPR. Dalam beberapa tahun terakhir, BTN di kenal sebagai bank spesialis KPR yang signifikan di pasar domestik, dengan pangsa pasar besar di segmen pembiayaan perumahan. Kehadiran perusahaan asuransi yang terintegrasi dengan bank memungkinkan BTN untuk memberikan paket layanan yang lebih lengkap kepada nasabah, termasuk dalam hal proteksi risiko kredit.

Selain itu, strategi ini juga sejalan dengan tren bancassurance, yaitu kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi untuk memperluas jangkauan produk asuransi melalui saluran distribusi bank. Meskipun Bank BTN sendiri belum mengumumkan model kerjasama yang pasti. Langkah akuisisi Binagriya dinilai dapat mempercepat integrasi layanan asuransi pada jaringan distribusi perbankan BTN, sehingga memberikan nilai tambah bagi nasabah.

Tantangan dan Pertimbangan Lanjutan

Meskipun rencana ini menarik, BTN masih harus melalui sejumlah tahapan penting sebelum keputusan final dapat di ambil. Proses ini mencakup kajian internal yang mendalam, pembahasan dengan regulator seperti OJK. Serta mempertimbangkan skema kerja sama dengan pihak ketiga seperti IFG. Nixon menegaskan bahwa sejauh ini belum ada keputusan pasti mengenai kapan atau bagaimana akuisisi tersebut akan dijalankan.

Sampai saat ini, BTN masih mengkaji apakah akan mengakuisisi terlebih dahulu lalu menjualnya ke pihak lain seperti IFG. Atau langsung melakukan mekanisme konsolidasi berskala lebih luas dalam industri asuransi. Apapun jalurnya, keputusan tersebut akan di pilih berdasarkan kajian yang matang dan potensi sinergi bisnis yang optimal.

Aksi Korporasi Lainnya

Selain fokus pada rencana akuisisi Binagriya, Bank BTN juga memberikan sinyal positif mengenai arah pembagian laba kepada pemegang saham setelah kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Nixon menyebut bahwa rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) berpotensi berada di kisaran 25%–30%. Meskipun angka pastinya masih menunggu keputusan dari pemegang saham.