Mikroplastik: Ancaman Senyap Di Balik Jerawat & Alergi Kulit

Mikroplastik: Ancaman Senyap Di Balik Jerawat & Alergi Kulit

Mikroplastik: Ancaman Senyap Di Balik Jerawat & Alergi Kulit Menurut Para Dokter Yang Memiliki Dampak Membahayakan Lainnya. Halo teman-teman pejuang skincare! Pernahkah anda merasa sudah mencoba berbagai produk, namun jerawat tetap muncul atau alergi kulit tak kunjung hilang? Terlebih anda sudah ganti deterjen, ganti makanan. Bahkan ganti pacar… tapi hasilnya nihil? Mungkin saja, biang keladinya adalah ancaman senyap yang selama ini luput dari perhatian kita: Mikroplastik! Anda mungkin akrab dengan mikroplastik sebagai polusi laut, tapi tahukah anda bahwa partikel super kecil ini. Terlebih yang ukurannya tak lebih besar dari sehelai rambut. Dan diam-diam telah menyusup ke dalam produk perawatan dan kosmetik kita? Bahkan, mereka bisa datang dari serat pakaian sintetis yang kita kenakan setiap hari! Para dokter mulai memperingatkan, ia ini tidak hanya mencemari lingkungan. Akan tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan kulit secara serius. Jadi, sudah saatnya kita buka mata lebar-lebar dan bongkar tuntas bagaimana “sampah” kecil ini.

Mengenai ulasan tentang Mikroplastik: ancaman senyap di balik jerawat & alergi kulit telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Gangguan Fungsi Barier Kulit

Hal ini merupakan salah satu dampak utama di waspadai para dokter kulit terkait paparannya terhadap kulit manusia. Barier kulit, atau sering disebut “skin barrier”, adalah lapisan pelindung terluar kulit yang terdiri atas lipid, protein. Dan juga sel-sel mati (stratum korneum) yang berfungsi menjaga kelembapan kulit. Serta melindungi tubuh dari paparan polutan, bakteri, dan bahan kimia berbahaya. Ketika barier ini terganggu, kulit menjadi lebih rentan terhadap berbagai masalah. Tentunya seperti jerawat, alergi, iritasi, hingga peradangan kronis. Menurut sejumlah dermatolog dan penelitian terkini, partikel mikroplastik yang sering di temukan dalam produk perawatan wajah. Contohnya seperti scrub, sabun, atau kosmetik berbasis polimer sintetis dapat menimbulkan mikrogesekan. Dan juga iritasi fisik pada permukaan kulit. Tekstur kasar dari partikel tersebut berpotensi menimbulkan mikro-luka di lapisan pelindung kulit.

Mikroplastik: Ancaman Senyap Di Balik Jerawat & Alergi Kulit Menurut Para Dokter

Kemudian juga masih membahas Mikroplastik: Ancaman Senyap Di Balik Jerawat & Alergi Kulit Menurut Para Dokter. Dan bahaya lainnya adalah:

Iritasi, Peradangan & Respons Imun

Tentu paparannya terhadap kulit tidak hanya menyebabkan gangguan pada fungsi barier. Akan tetapi juga dapat memicu iritasi, peradangan, dan respons imun yang berujung pada berbagai masalah kulit seperti jerawat, kemerahan, alergi. Terlebihnya hingga perburukan kondisi kulit sensitif. Menurut para dermatolog dan hasil penelitian terkini, partikel mikroplastik yang berukuran sangat kecil. Bahkan sampai skala nanometer. Kemudian juga memiliki kemampuan untuk menempel kuat di permukaan kulit, menembus pori-pori. Dan juga menstimulasi sistem imun kulit secara langsung. Proses iritasi biasanya di mulai ketika partikel mikroplastik bersentuhan dengan permukaan kulit. Karena bentuknya yang tidak halus dan terkadang tajam. Serta partikel ini bisa menimbulkan mikrogesekan yang menyebabkan luka sangat kecil (micro tear) pada lapisan epidermis. Luka-luka mikroskopis ini mengganggu keseimbangan pelindung kulit. sehingga kulit menjadi lebih mudah meradang. Kondisi ini sering diperparah oleh bahan kimia tambahan yang menempel pada permukaan mikroplastik.

Contohnya seperti phthalates, bisphenol A, atau pewarna sintetis. Terlebih yang di kenal sebagai pemicu iritasi dan sensitisasi kulit. Setelah lapisan kulit terganggu, tubuh secara alami akan memicu respons imun lokal. Sel-sel kulit seperti keratinosit, makrofag, dan sel Langerhans akan mendeteksi partikel asing tersebut. Dan melepaskan berbagai zat sinyal seperti cytokines dan interleukins (misalnya IL-1, IL-6, TNF-α). Zat-zat inilah yang menyebabkan munculnya peradangan. Dan kulit menjadi kemerahan, terasa panas, gatal, atau nyeri. Jika paparan berlangsung terus-menerus. Maka reaksi ini bisa berkembang menjadi inflamasi kronis. Serta yang berpotensi memperburuk kondisi kulit. Contohnya seperti jerawat, rosacea, atau dermatitis kontak. Dokter kulit juga menyoroti bahwa mikroplastik berukuran sangat kecil (nanoplastik) dapat menembus lebih dalam ke lapisan kulit. Terutama pada area yang bariernya sudah rusak.

Partikel Plastik Kecil = Biang Kerok Bruntusan & Alergi Pada Kulit

Selain itu, masih membahas Partikel Plastik Kecil = Biang Kerok Bruntusan & Alergi Pada Kulit. Dan dampak lainnya adalah:

Potensi Pemicu Jerawat Atau Komedo

Hal ini adalah kemampuannya dalam memicu terbentuknya jerawat dan komedo. Walau penelitian ilmiah mengenai hubungan langsung antara mikroplastik. Dan jerawat masih berkembang, sejumlah mekanisme biologis yang teridentifikasi menunjukkan bahwa partikelnya berpotensi besar memperburuk kondisi kulit yang rentan berjerawat. Tentunya melalui efek fisik, kimia, dan biologis yang terjadi pada lapisan kulit. Menurut dermatolog, terutama yang berasal dari produk perawatan kulit seperti scrub, sabun eksfoliasi, atau kosmetik dengan butiran sintetis. Karena memiliki bentuk padat dan ukuran mikroskopis yang mudah menempel di pori-pori kulit. Ketika partikel ini bercampur dengan minyak alami kulit (sebum), keringat, debu. Serta sel-sel kulit mati, mereka dapat menyumbat pori-pori dan menghalangi sirkulasi udara di permukaan kulit. Penyumbatan ini menjadi titik awal terbentuknya komedo (blackhead dan whitehead). Dan yang kemudian dapat berkembang menjadi jerawat apabila di sertai infeksi bakteri.

Selain itu, ia yang bersifat hidrofobik cenderung menarik dan menahan berbagai bahan kimia beracun. Serta polutan lingkungan, seperti logam berat dan senyawa organik volatil. Ketika partikel yang sudah terkontaminasi ini menempel pada kulit. Dan mereka menciptakan lapisan tipis yang dapat mengiritasi dan memperburuk kondisi folikel rambut. Dokter menjelaskan bahwa proses ini memperbesar risiko peradangan folikel (folikulitis). Terlebih yang menjadi penyebab utama jerawat meradang. Dari sudut pandang biologis, partikel mikroplastik yang berukuran sangat kecil (terutama nanoplastik). Serta juga bisa berinteraksi langsung dengan sel-sel kulit seperti keratinosit dan sebosit. Interaksi ini dapat memicu produksi berlebih dari minyak kulit (sebum). Dan meningkatkan pelepasan cytokine proinflamasi, seperti IL-1β dan TNF-α. Pelepasan zat-zat ini memperparah reaksi inflamasi lokal. Kemudian menyebabkan pori-pori tersumbat berubah menjadi jerawat yang merah dan nyeri. Paparannya dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit.

Partikel Plastik Kecil = Biang Kerok Bruntusan & Alergi Pada Kulit Yang Wajib Di Pahami

Selanjutnya juga masih membahas Partikel Plastik Kecil = Biang Kerok Bruntusan & Alergi Pada Kulit Yang Wajib Di Pahami. Dan fakta lainnya adalah:

Penuaan Kulit & Stress Oksidatif

Hal ini tidak hanya menimbulkan risiko iritasi, jerawat, atau alergi. Akan tetapi juga berpotensi mempercepat proses penuaan kulit melalui mekanisme biologis. Terlebih yang di kenal sebagai stres oksidatif (oxidative stress). Menurut sejumlah dermatolog dan penelitian ilmiah terbaru, mikroplastik dan nanoplastik yang menempel. Atau menembus kulit dapat mengganggu keseimbangan seluler, merusak struktur pelindung kulit. Dan juga meningkatkan produksi radikal bebas. Maka yang semuanya berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan dini. Contohnya seperti kulit kusam, kering, garis halus, dan penurunan elastisitas. Secara alami, kulit manusia memiliki sistem perlindungan antioksidan. Karena yang berfungsi melawan radikal bebas yang di hasilkan oleh sinar UV, polusi udara, dan stres lingkungan. Namun, ketika kulit terpapar partikelnya. Dan sistem pertahanan ini menjadi terganggu.

Dokter kulit menjelaskan bahwa permukaannya sering mengandung atau menyerap berbagai bahan kimia berbahaya. Tentunya seperti logam berat (lead, cadmium), phthalates, dan bisphenol A (BPA). Terlebih yang dapat menembus lapisan epidermis. Dan memicu produksi radikal bebas berlebihan di dalam sel kulit. Radikal bebas ini kemudian menyerang struktur lipid, protein, dan kolagen pada kulit. Kolagen adalah komponen utama yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Ketika kolagen teroksidasi dan rusak, kulit kehilangan kekuatan alaminya. Maka akan menjadi kendur, dan muncul garis halus atau kerutan lebih cepat dari seharusnya. Selain itu, stres oksidatif juga mempercepat kerusakan DNA sel kulit (keratinosit dan fibroblast). Kemudian yang membuat regenerasi sel melambat dan kulit tampak kusam serta tidak bercahaya.

Jadi itu dia beberapa ancaman senyap di balik jerawat dan alergi kulit karena terpapar Mikroplastik.