Tambang Sado Resmi Jadi Warisan Dunia
Tambang Sado Resmi Jadi Warisan Dunia

Tambang Sado Di Jepang Kini Resmi Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO Yang Di Umumkan Pada Tanggal 27 Juli 2024. Konfirmasi pencantuman ini di sampaikan dalam pertemuan komite yang berlangsung di New Delhi, seperti di laporkan oleh The Hindu. Tambang ini yang terletak di Pulau Sado, Perfektur Niigata, telah lama di kenal sebagai salah satu objek wisata bersejarah yang populer di Jepang. Tambang ini memiliki sejarah panjang dan kaya, yang di mulai sejak abag ke-12. Selama berabad-abad, tambang ini memainkan peran penting dalam ekonomi Jepang dengan menghasilkan emas dan perak yang signifikan. Aktivitas penambangan di Sado mengalami masa kejayaannya selama periode tersebut, dan tambang ini menjadi pusat utama produksi logam berharga di Jepang. Selain ekonominya, tambang Sado juga memiliki relevansi budaya dan sejarah yang mendalam. Pengoperasian tambang ini tidak hanya berkontribusi pada kekayaan negara. Tetapi, hal ini juga mencerminkan teknik dan metode penambangan yang berkembang seiring waktu.

Pada puncaknya, tambang ini menjadi salah satu tambang terbesar dan paling produktif di Jepang. Setelah Perang Dunia II, produksi tambang Sado mulai menurun dan akhirnya berhenti. Meskipun begitu, warisan sejarah dari berbagai penjuru dunia. Keberhasilan tambang ini dalam mendapatkan pengakuan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Hal ini menunjukkan pelestarian dan pengakuan terhadap situs-situs bersejarah yang memiliki nilai universal. Penetapan tambang Sado sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tidak hanya menandai pengakuan terhadap warisan sejarah dan budaya Jepang. Tetapi, hal ini juga memperkuat upaya global dalam pelestarian situs-situs bersejarah yang memiliki makna mendalam bagi peradaban manusia.

Dengan situs baru ini, di harapkan tambang ini akan mendapatkan perlindungan dan perhatian yang lebih besar. Serta, juga meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya situs bersejarah di seluruh dunia.

Tambang Sado Merupakan Cerminan Dari Keterampilan Dan Pengetahuan

Alasan utama Jepang mengajukan tambang Sado sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO adalah karena nilai sejarahnya yang sangat kaya. Tambang ini menggunakan metode penambangan tradisional yang telah terbukti tetap efektif meskipun tambang-tambang di Eropa sudah beralih ke teknologi mesin. Teknik penambangan di Tambang Sado Merupakan Cerminan Dari Keterampilan Dan Pengetahuan yang di wariskan dari generasi ke generasi. Hal ini menunjukkan betapa kuat dan berkelanjutannya tradisi penambangan ini. Namun, perjalanan untuk mendapatkan status sebagai Situs Warisan Dunia tidaklah mudah. Pengajuan Jepang ini mendapatkan tantangan dari Korea Selatan. Penolakan tersebut berkaitan dengan sejarah kelam antara Jepang dan Korea. Selama Perang Dunia II, Jepang berhasil menduduki Semenanjung Korea dan memaksa banyak warga Korea. Hal ini terutama laki-laki untuk bekerja sebagai tenaga kerja paksa di tambang Sado.

Pengalaman pahit ini masih membekas dalam ingatan kolektif Korea Selatan. Serta, mereka merasa bahwa pengakuan terhadap tambang ini sebagai Situs Warisan Dunia tidak memadai tanpa mempertimbangkan sisi gelap dari sejarah tersebut. Oleh karena itu, Korea Selatan mengajukan keberatan resmi kepada UNESCO, menuntut agar sejarah kerja paksa yang melibatkan warga Korea di akui secara memadai sebelum tambang tersebut dapat di akui sebagai Situs Warisan Dunia. Namun, setelah melalui proses pertimbangan yang panjang dan pembahasan berbagai syarat, pemerintah Korea Selatan akhirnya memutuskan untuk mencabut nota keberatan mereka.

Pencabutan keberatan oleh Korea Selatan ini menunjukkan adanya upaya dari kedua belah pihak untuk mencapai kesepahaman dan rekonsiliasi dalam menghadapi masa lalu yang rumit. Jepang pun menyatakan komitmennya untuk menghormati sejarah dan sensitivitas yang terkait dengan tambang Sado. Pengakuan UNESCO terhadap tambang ini bukan hanya sebagai penghargaan terhadap warisan sejarah dan teknologi tambang tersebut. Tetapi, hal ini juga sebagai pengingat akan pentingnya memahami dan mengakui setiap sisi dari sejarah, termasuk sisi-sisi yang kelam.

Pengakuan Ini Di Harapkan Dapat Memperkuat Hubungan Antara Jepang Dan Korea Selatan

Menteri Luar Negeri Jepang, Yoko Kamikawa, dengan penuh sukacita menyambut pencantuman tambang Sado ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Dalam pernyataannya yang di kutip oleh The Hindu, Kamikawa mengatakan, “Saya sangat menyambut baik pencantuman ini dan memberikan penghormatan yang tulus kepada masyarakat setempat atas upaya panjang mereka yang memungkinkan hal ini terwujud”. Pencapaian ini tidak terjadi dalam semalam, proses untuk mendapatkan pengakuan UNESCO bagi tambang Sado telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keberhasilan ini terinspirasi oleh kesuksesan yang lebih dulu di raih oleh tambang perak di Shimane. Hal ini yang juga terletak di bagian barat Jepang. Pengakuan tersebut memberikan dorongan bagi Jepang untuk terus berusaha agar warisan berharga seperti tambang Sado dapat di akui di panggung internasional.

Tambang ini menjadi saksi bisu dari praktik kerja paksa yang melibatkan ribuan warga Korea selama masa penjajahan Jepang di Semenanjung Korea. Hal ini khususnya selama Perang Dunia II. Banyak dari mereka di paksa bekerja dalam kondisi yang sangat keras dan berbahaya. Oleh karena itu, pencantuman tambang ini dalam Situs Warisan Dunia UNESCO bukanlah hal yang tanpa kontroversi. Persetujuan Korea Selatan dengan syarat-syarat ini menunjukkan upaya kedua negara untuk saling memahami dan menghormati sejarah yang rumit antara mereka. meskipun masih ada perbedaan pandangan mengenai masa lalu, pencantuman tambang Sado sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO memberikan peluang bagi Jepang untuk menunjukkan komitmennya dalam memperlakukan sejarah dengan hormat dan integritas.

Pengakuan Ini Di Harapkan Dapat Memperkuat Hubungan Antara Jepang Dan Korea Selatan. Serta, juga mendorong dialog yang konstruktif tentang masa lalu yang sulit. Hal ini dengan harapan dapat melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Juga Membuat Keputusan Penting Lainnya

Selain mengakui tambang Sado di Jepang sebagai Situs Warisan Dunia, pertemuan komite UNESCO di New Delhi Juga Membuat Keputusan Penting Lainnya. Salah satu keputusan tersebut adalah pencantuman Beijing Central Axis, atau Poros Tengah Beijing, ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Poros Tengah Beijing adalah bekas kompleks istana dan taman kekaisaran yang terletak di jantung ibu kota Tiongkok, Beijing. Kompleks ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang luar biasa. Hal ini mewakili inti dari tata kota tradisional Tiongkok dan menjadi saksi bisu dari berbagai dinasi yang memerintah negara tersebut.

Poros Tengah Beijing membentang sepanjang hampir 8 kilometer, mulai dari Gerbang Yongding di selatan hingga Menara Genderang dan Menara Lonceng di utara. Di sepanjang poros ini, terdapat sejumlah bangunan penting, termasuk Kota Terlarang, Kuil Surga, dan Altar Tanah dan Butiran. Kompleks ini merupakan representasi sempurna dari arsitektur kekaisaran dan filosofi tata ruang Tiongkok. Hal ini yang mengedepankan keseimbangan simetri, dan harmoni dengan alam. Oleh karena itu, pencantuman Poros Tengah Beijing ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sangatlah layak. Hal ini mengingat perannya yang begitu penting dalam sejarah dan budaya Tiongkok.

Dengan status baru ini, di harapkan Poros Tengah Beijing dan tambang Sado akan menerima perlindungan dan perhatian lebih besar. Hal ini memastikan bahwa nilai-nilai sejarah dan budaya yang mereka miliki dapat di wariskan kepada generasi mendatang. Pengakuan ini juga menegaskan pentingnya menjaga dan merawat situs-situs bersejarah seperti Poros Tengah Beijing dan Tambang Sado.