
Beras Turun! Mentan Klaim Harga Merata Di 225 Daerah
Beras Turun! Mentan Klaim Harga Merata Di 225 Daerah Dalam Pernyataannya Yang Akan Terus Dan Akan Di Kontrol. Halo, Sobat Pangan! Ada kabar yang lumayan melegakan datang langsung dari pucuk pimpinan sektor pertanian. Setelah beberapa waktu belakangan kita di suguhi berita naiknya harga kebutuhan pokok yang bikin dompet meringis. Namun kini Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman membawa klaim yang patut kita simak baik-baik. Bayangkan, di tengah kekhawatiran soal inflasi dan stabilitas harga, Mentan mengumumkan bahwa harga Beras Turun secara merata. Ini artinya, lebih dari separuh wilayah administratif di negeri ini di klaim sudah merasakan angin segar harga yang lebih “adem”. Tentu saja, klaim ini di dukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga minggu keempat Oktober. Sekarang, mari kita bedah lebih dalam, apa saja strategi di balik penurunan harga di ratusan daerah ini.
Mengenai ulasan tentang Beras Turun! Mentan klaim harga merata di 225 daerah telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Terdapat 225 Kabupaten/Kota Mengalami Penurunan Harga Per Oktober 2025
Pada akhir Oktober 2025, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS). Dan juga Badan Pangan Nasional (Bapanas). Tentu sebanyak 225 kabupaten/kota di seluruh Indonesia tercatat mengalami penurunan harga beras. Jika di bandingkan dengan awal bulan yang sama. Temuan ini menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pemerintah menstabilkan harga pangan nasional. Terutama komoditas beras yang merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat. Penurunan harga ini terjadi seiring dengan meningkatnya pasokan dari masa panen di beberapa wilayah sentra produksi. Serta hasil intervensi pemerintah dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang di jalankan oleh Perum Bulog. Melalui program ini, beras di salurkan ke berbagai pasar dan ritel dengan harga yang di atur. Tentunya agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi.
Beras Turun! Mentan Klaim Harga Merata Di 225 Daerah Dan Terus Di Pantau
Kemudian juga masih membahas Beras Turun! Mentan Klaim Harga Merata Di 225 Daerah Dan Terus Di Pantau. Dan fakta lainnya adalah:
Hanya 5 Yang Mencatat Kenaikan Harga Beras Dari Total 38 Provinsi
Berdasarkan data pemantauan harga pangan nasional yang di rilis oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir Oktober 2025. Terlebih yang tercatat bahwa dari 38 provinsi di Indonesia, hanya lima provinsi yang mengalami kenaikan harganya. Sementara 33 provinsi lainnya menunjukkan penurunan harga. Fakta ini menjadi salah satu bukti bahwa tren harga beras nasional mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Setelah sempat mengalami lonjakan pada pertengahan tahun. Kelima provinsi yang masih mencatat kenaikan harga beras umumnya merupakan wilayah non-sentra produksi. Atau juga dengan daerah yang menghadapi tantangan distribusi akibat jarak, kondisi infrastruktur. Dan juga dengan faktor cuaca. Beberapa di antaranya termasuk provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tentunya di mana pasokan beras masih sangat bergantung pada pengiriman dari luar daerah.
Keterbatasan stok lokal membuat harga di wilayah tersebut lebih mudah terdorong naik. Ketika pasokan terhambat atau biaya logistik meningkat. Sementara itu, 33 provinsi lain, terutama di wilayah Jawa, Sumatra, dan sebagian Kalimantan. Namun yang justru menunjukkan penurunan harga akibat meningkatnya suplai dari panen kedua. Serta distribusi beras dari program pemerintah seperti SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Terlebih yang di gerakkan oleh Perum Bulog. Langkah-langkah intervensi ini terbukti efektif menekan kenaikan harga di pasar ritel dan grosir. Secara nasional, data Bapanas mencatat bahwa harga beras medium turun sekitar 1,65 persen. Dan juga beras premium turun 0,69 persen hingga minggu keempat Oktober 2025. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan pengendalian harga yang di terapkan pemerintah. Terlebihnya seperti operasi pasar, pengawasan distribusi, dan pengendalian stok. Tentunya mulai memberikan dampak nyatanya.
225 Daerah Bernapas Lega, Harga Beras Di Perkirakan Sudah Turun
Selain itu, masih membahas 225 Daerah Bernapas Lega, Harga Beras Di Perkirakan Sudah Turun. Dan fakta lainnya adalah:
Secara Nasional
Tentu hal ini menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan gabungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Dan terjadi penurunan harga beras di 225 kabupaten/kota dari total pemantauan nasional. Fakta ini menjadi bukti bahwa kebijakan pengendalian harga yang dilakukan pemerintah. Terlebihnya mulai menunjukkan hasil positif di lapangan. Penurunan harga tersebut merupakan hasil dari berbagai intervensi. Dan juga langkah stabilisasi pangan yang di jalankan secara terkoordinasi oleh Kementerian Pertanian, Bapanas, dan Perum Bulog. Program seperti SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) menjadi kunci utama dalam menekan harga di pasar. Melalui SPHP, Bulog menyalurkan beras ke pasar tradisional, ritel modern. Serta titik-titik distribusi strategis dengan harga di bawah pasaran. Tentunya agar harga di tingkat konsumen tidak melejit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun, secara nasional, Amran juga mengakui bahwa penurunan harga belum merata di seluruh wilayah. Beberapa daerah, khususnya wilayah timur Indonesia. Dan masih mencatat harga di atas HET akibat tingginya biaya logistik dan keterbatasan infrastruktur transportasi. Meski demikian, tren penurunan di sebagian besar wilayah Indonesia di nilai sudah menjadi langkah penting. Terlebihnya menuju stabilitas harga jangka panjang. Selain faktor pasokan, pemerintah juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku pasar dan pola konsumsi masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat mulai beralih ke beras lokal hasil panen dalam negeri. Karena kualitasnya yang semakin baik dan harganya lebih stabil. Jika di bandingkan beras impor. Hal ini turut membantu memperkuat posisi harga domestik agar tidak bergantung pada fluktuasi pasar internasional. Dari perspektif ekonomi makro, penurunan harga beras nasional berdampak positif terhadap tingkat inflasi pangan. Dan yang selama beberapa bulannya.
225 Daerah Bernapas Lega, Harga Beras Di Perkirakan Sudah Turun Dan Akan Terus Di Pantau
Selanjutnya juga masih membahas 225 Daerah Bernapas Lega, Harga Beras Di Perkirakan Sudah Turun Dan Akan Terus Di Pantau. Dan fakta lainnya adalah:
Pemerintah Menyatakan Belum Sepenuhnya Sesuai HET
Meskipun pemerintah melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa harga beras di 225 kabupaten/kota telah mengalami penurunan per Oktober 2025. Namun pemerintah juga menegaskan bahwa harga beras di tingkat nasional belum sepenuhnya sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah di tetapkan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi tren positif berupa penurunan harga, kondisi di lapangan masih menghadapi ketimpangan. Tentunya antara wilayah satu dengan yang lain, terutama dalam hal keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Harga Eceran Tertinggi atau HET merupakan batas harga maksimum penjualan beras di pasar yang di tetapkan pemerintah melalui Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan). HET ini di sesuaikan dengan zona wilayah dan jenis beras. Baik beras medium maupun premium.
Tujuannya adalah agar masyarakat tetap dapat membeli beras dengan harga wajar dan untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. Namun, berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pada akhir Oktober 202. Karena ada masih ada sejumlah daerah, khususnya di kawasan timur. Dan daerah non-penghasil beras, yang menjual beras di atas HET. Daerah seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebagian wilayah Kalimantan masih menghadapi kendala transportasi. Serta infrastruktur yang menyebabkan ongkos pengiriman beras meningkat. Kondisi geografis yang sulit di jangkau membuat harga di tingkat pengecer lebih tinggi dari batas HET yang berlaku. Tidak semua wilayah memiliki kapasitas produksi padi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Banyak daerah non-sentra produksi masih bergantung pada kiriman dari wilayah lain. Contohnya seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, atau Sulawesi Selatan. Ketika distribusi terganggu, harga otomatis terdorong naik.
Jadi itu dia beberapa fakta tentang Mentan yang klaim harga merata di 225 daerah terkait Beras Turun!