Buronan Pengeroyok Suporter Timnas Di Buru Polisi

Buronan Pengeroyok Suporter Timnas Di Buru Polisi

Buronan Pengeroyok Suporter Timnas Di Buru Polisi Yang Sempat Membuat Resah Akibat Dari Perbuatan Onar Mereka. Halo pembaca setia! Dunia sepak bola, yang seharusnya menjadi ajang persatuan dan kegembiraan. Tentu yang kembali tercoreng oleh aksi kekerasan. Insiden pengeroyokan tragis terhadap seorang suporter Timnas di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Dan juga telah menyisakan luka mendalam. Namun, di tengah keprihatinan itu, ada kabar baik dari pihak kepolisian. Setelah berhasil mengamankan beberapa pelaku, kini fokus aparat beralih pada satu nama yang masih buron. Kepolisian tak akan berhenti sampai seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tentu pengejaran terhadap Buronan Pengeroyok Suporter ini menjadi bukti keseriusan pihak berwajib. Terlebihnya untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh suporter. Mari kita ikuti perkembangan kasus ini lebih lanjut.

Mengenai ulasan tentang Buronan Pengeroyok Suporter Timnas di buru polisi telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Kejadian Dasar

Kejadian bermula pada malam 29 Juli 2025 setelah pertandingan final Piala AFF U-23 antara Timnas Indonesia U-23. Dan yang melawan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tentu suasana di tribun suporter Indonesia awalnya penuh semangat. Namun berubah tegang akibat kekalahan 0-1. Di tengah kerumunan terjadi gesekan internal antar kelompok suporter. Tepatnya di kelompok Curva Sud Garuda menyangka spanduk mereka di copot oleh oknum dari kelompok lain, Ultras Garuda. Nyatanya, spanduk itu di turunkan oleh petugas keamanan. Karena di pasang tanpa izin resmi, tapi miskomunikasi tentang pemicunya memicu kecurigaan. Dan juga ketegangan di antara mereka. Beberapa saat setelah pertandingan, sekitar pukul 23.30 WIB. Serta situasi memuncak ketika sekelompok anggota Curva Sud Garuda mendekati seorang suporter berinisial F.Y.F. Terlebih yang di duga terkait dengan kelompok lain. Tanpa ada perlawanan berarti dari korban. Serta sekelompok tersebut melakukan pengeroyokan brutal: memukul, menyeret, dan menendang. Kemudian juga yang termasuk bagian kepala dan tubuhnya.

Buronan Pengeroyok Suporter Timnas Di Buru Polisi Yang Buat Resah

Kemudian juga masih membahas Buronan Pengeroyok Suporter Timnas Di Buru Polisi Yang Buat Resah. Dan fakta lainnya adalah:

Pengeroyokan Terhadap Sesama Suporter (Korban FYF)

Kejadian naas ini terhadap suporter berinisial F.Y. (kadang di tulis FYF). Tentu yang terjadi seusai final Piala AFF U-23 antara Indonesia vs Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tepatnya pada malam 29 Juli 2025, sekitar pukul 23.30 WIB. Dan berada di area keluar (di liput salah satu laporan menyebut sekitar Pintu 6 GBK). Korban yang di laporkan sebagai pendukung dari Ultras Garuda Indonesia. Ia yang sedang menunggu bersama rekannya. Setelah pertandingan selesai ketika sekelompok suporter lain yang berasal dari Curva Sub Garuda mendekatinya. Mereka menuduh korban atau kelompoknya bertanggung jawab atas pencopotan spanduk milik mereka. Namun padahal spanduk itu sebenarnya di turunkan oleh panitia/petugas keamanan. Karena di pasang tanpa izin resmi. Kesalahpahaman tentang pemindahan spanduk itulah yang menjadi pemicu konflik. Tanpa provokasi lebih lanjut dari korban, sekelompok anggota Curva Sub Garuda.

Kemudian melakukan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap F.Y. Dalam insiden itu, korban di pukul, di seret. Dan di tendang berkali-kali. Serta yang termasuk serangan ke kepala dan tubuh. Tentu dalam satu rekaman video yang kemudian di jadikan barang bukti oleh penyidik. Kekerasan dilakukan oleh beberapa pelaku secara bergantian. Serta aksi itu di gambarkan sebagai tindakan “kekerasan bersama-sama”. Terlebih yang tiba-tiba dan brutal terhadap seorang suporter yang tidak membalas. Polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat segera menindaklanjuti insiden tersebut. Dalam penyelidikan awal. Dan empat orang di tetapkan sebagai tersangka pengeroyokan. Menurut laporan resmi (ANTARA dan media lain) inisial yang tercantum adalah DA (34), IK (34), JIA (31). Serta MH (31) semua disebut berasal dari kelompok Curva Sub Garuda. Beberapa pelaporan lain menyebut variasi inisial. Namun konsistensinya adalah empat pelaku utama yang mengeroyok korban tersebut.

Polisi Kantongi Identitas Buron Perusuh Suporter Di GBK

Selain itu, masih ada fakta mengenai Polisi Kantongi Identitas Buron Perusuh Suporter Di GBK. Dan fakta lainnya adalah:

Penanganan Polisi Dan Status Hukum

Kejadian ini di mulai segera setelah kejadian sekitar pukul 23.30 WIB pada 29 Juli 2025. Dan aparat yang sudah bersiaga langsung mengamankan lokasi. Kemudian memisahkan kubu suporter yang terlibat. Serta meredam potensi eskalasi kericuhan. Sebagai bagian dari upaya pengendalian situasi. Kemudian sejumlah 22 orang suporter di amankan untuk di dalami keterlibatannya. sementara korban yang terluka mendapatkan pertolongan. Terlebih salah satunya sempat di larikan ke rumah sakit. Dalam waktu singkat tim penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Dan juga mengumpulkan bukti dengan memanfaatkan rekaman video pengeroyokan. Serta dengan keterangan saksi. Lalu identifikasi pelaku serta menggali motif yang ternyata berakar pada kesalahpahaman seputar pencopotan spanduk. Namun yang sebenarnya dilakukan oleh petugas karena tidak berizin. Dari penyelidikan awal, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka pengeroyokan. Dan juga menurut keterangan resmi mereka di identifikasi dengan inisial.

Misalnya DA, IK, JIA, dan MH. Serta dengan adanya tindakan mereka di kualifikasikan sebagai kekerasan bersama di muka umum. Terlebih hal satu ini juga yang berdasarkan Pasal 170 KUHP. Tentunya dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun 6 bulan. Selain keempat tersangka yang sudah di amankan. Kemudian juga aparat menyatakan masih memburu satu pelaku tambahan berstatus DPO. Serta identitasnya di klaim telah di antongi. Dan juga melakukan pengejaran aktif berlangsung. Dalam komunikasi publik, pejabat kepolisian mengimbau suporter untuk tidak terprovokasi. Serta menyalurkan dukungan secara damai. Kemudian juga menegaskan bahwa pelaku kekerasan internal akan di proses sesuai hukum yang berlaku. Sampai laporan terakhir, status hukum keempat tersangka telah di tetapkan dan upaya pengejaran terhadap DPO masih berlanjut. Meskipun detail seperti penahanan formal. Ataupun juga dengan beberapa pelimpahan berkas tidak selalu di jabarkan secara lengkap di publik.

Polisi Kantongi Identitas Buron Perusuh Suporter Di GBK Yang Sempat Menghebohkan

Selanjutnya juga masih ada fakta mengenai Polisi Kantongi Identitas Buron Perusuh Suporter Di GBK Yang Sempat Menghebohkan. Dan fakta lainnya adalah:

Pengamanan Dan Imbauan Pasca Kericuhan

Pasca-kericuhan seusai final Piala AFF U-23 di GBK pada malam 29 Juli 2025. Dan polisi yang sudah di siagakan merespons dengan cepat untuk mengendalikan situasi. Serta lokasi di amankan, dan kelompok-kelompok suporter yang terlibat di pisahkan. Agar keributan tidak meluas. Terlebih sebanyak 22 orang suporter langsung di amankan. Tentunya untuk dilakukan pendalaman dan klarifikasi di Mapolres Metro Jakarta Pusat. Sementara dua korban luka salah satunya sampai di larikan ke rumah sakit. Kemudian telah mendapatkan penanganan. Pengamanan dilakukan secara persuasif dan terukur. Dan juga dengan penekanan pada upaya meredakan ketegangan.

Sehingga dalam waktu singkat situasi di nyatakan kondusif. Dalam komunikasi publik, aparat menegaskan bahwa personel telah di siagakan sejak sebelum pertandingan. Kemudian juga yang bergerak cepat untuk memastikan ketertiban. Bersamaan dengan itu, polisi mengimbau seluruh suporter dan masyarakat. Tentunya untuk tetap menjaga sportivitas, menahan diri. Dan juga tidak terpancing emosi akibat kekalahan timnas. Mereka mengingatkan bahwa kalah atau menang adalah bagian dari pertandingan. Serta dengan tindakan anarkis atau kekerasan internal akan berujung pada proses hukum. Imbauan ini di sampaikan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Kemudian juga mempertegas bahwa dukungan kepada tim nasional harus di salurkan secara damai.

Jadi itu dia beberapa fakta mengenai buruan polisi yang meresahkan pendukung Timnas terkait Buronan Pengeroyok Suporter.