Senin, 01 Desember 2025
Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir
Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir

Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir

Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir

Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir
Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir

Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir Yang Nantinya Wajib Melakukan Berbagai Hal. Halo para pecinta olahraga dan pembaca setia! Di tengah euforia kemenangan dan tantangan kompetisi internasional. Tentu ada satu isu fundamental yang sering luput dari sorotan: kesejahteraan para pahlawan bangsa, yaitu atlet kita. Mereka mendedikasikan hidup, keringat. Dan juga air mata demi mengibarkan bendera Merah Putih. Kini, di bawah kepemimpinan baru. Serta masa depan mereka menjadi prioritas utama. Prabowo Targetkan Kesejahteraan dengan secara spesifik. Tentunya dengan memberikan tiga mandat penting kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. Ini bukan hanya janji politik biasa. Akan tetapi melainkan cetak biru konkret untuk memastikan para atlet tidak hanya di hargai saat meraih medali. Mari kita simak rincian dari ketiga tugas strategis yang harus segera di realisasikan oleh Menpora!

Mengenai ulasan tentang Prabowo Targetkan Kesejahteraan atlet, ini 3 tugas Erick Thohir telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Beasiswa Untuk Atlet Via LPDP

Ia yang di rancang khusus sebagai langkah strategis pemerintah. Tentunya untuk memastikan bahwa karier olahraga dapat berjalan berdampingan dengan pendidikan formal. Melalui arahan Presiden RI, atlet terutama yang telah menorehkan prestasi tingkat internasional. Kemudian yang di dorong agar tidak hanya berfokus pada kompetisi. Akan tetapi juga memiliki fondasi pendidikan yang kuat untuk masa depan setelah tidak lagi aktif sebagai atlet. Beasiswa ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap kontribusi atlet dalam mengharumkan nama bangsa. Serta sekaligus menjadi jaminan keberlanjutan kesejahteraan mereka. Beasiswa di berikan melalui skemanya jalur khusus keolahragaan. Terlebihnya di mana atlet yang memiliki prestasi internasional bisa mendaftar tanpa persyaratan umum yang biasanya berlaku. Dan seperti batas minimal nilai IPK atau sertifikat kemampuan bahasa asing tertentu. Sebagai gantinya, syarat utama adalah bukti prestasi nyata di ajang internasional. Serta rekomendasi resmi Kemenpora.

Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir Yang Akan Di Embannya

Kemudian juga masih membahas Prabowo Targetkan Kesejahteraan Atlet, Ini 3 Tugas Erick Thohir Yang Akan Di Embannya. Dan fakta lainnya adalah:

Kesempatan Karier Untuk Atlet Berprestasi Dalam Sektor Pelayanan Publik / Instansi

Tentunya hal ini untuk bergabung sebagai pegawai di sektor pelayanan publik. Terlebihnya seperti menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau melalui jalur keanggotaan di institusi seperti TNI / Polri. Karena sebagai salah satu upaya menjamin masa depan dan kesejahteraan para atlet. Ide ini berangkat dari pengakuan bahwa banyak atlet telah memberikan kontribusi nyata bagi kebanggaan. Dan juga prestise nasional melalui prestasi di berbagai ajang olahraga. Dengan membuka jalur karier formal di pemerintahan atau institusi negara. Kemudian pemerintah memberi sinyal bahwa pengorbanan mereka. Namun bukan hanya dalam hal fisik dan waktu. Akan tetapi juga dalam hal pendidikan, pengorbanan masa muda, dan dedikasi. Serta yang tidak akan berhenti sia-sia ketika masa kompetisi usai. Skema ini memberi dua manfaat besar. Pertama, sebagai jaminan keberlanjutan kehidupan setelah masa aktif sebagai atlet.

Dan dengan status ASN atau keanggotaan resmi di institusi negara, atlet bisa mendapatkan penghasilan tetap, status sosial. Serta akses terhadap jaminan sosial dan karier jangka panjang. Maka hal yang sering menjadi kekhawatiran atlet pasca pensiun. Kedua, sebagai penghargaan dan motivasi terhadap prestasi olahraga. Terlebihnya mengetahui bahwa berprestasi tak hanya menghasilkan medali atau bonus. Namun juga peluang karier di masa depan dapat mendorong lebih banyak atlet. Tentunya untuk serius berlatih dan mempertahankan kinerja. Namun, untuk mewujudkan harapan ini, di butuhkan implementasi yang jelas. Terlebihnya yakni definisi kriteria “atlet berprestasi” yang memenuhi syarat, mekanisme seleksi. Dan jalur resmi untuk rekrutmen ke ASN, TNI, Polri atau instansi publik lainnya. Pemerintah (melalui Kementerian terkait dan institusi negara). Karena yang harus menyediakan mekanisme administratif, kebijakan afirmatif bila perlu.

Prabowo Ingin Atlet Hidup Layak, Thohir Kantongi 3 Mandat Utama

Selain itu, masih membahas Prabowo Ingin Atlet Hidup Layak, Thohir Kantongi 3 Mandat Utama. Dan mandat lainnya adalah:

Peninjauan Ulang Skema Bonus Bagi Atlet Yang Berlaga Di Kompetisi Besar

Hal satu ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan insan olahraga nasional. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan. Tentunya juga untuk menciptakan sistem penghargaan yang lebih adil, berkelanjutan. Serta mampu mengapresiasi perjuangan atlet secara proporsional terhadap tingkat kompetisi yang mereka ikuti. Pemerintah ingin memastikan bahwa pemberian bonus tidak hanya bersifat seremonial. Akan tetapi juga di hitung berdasar prestasi, bobot ajang. Dan juga dengan dampak kontribusinya bagi bangsa. Evaluasi mencakup kemungkinan penyesuaian nilai bonus bagi atlet yang berlaga di ajang internasional bergengsi. Terlebihnya seperti Olimpiade, Asian Games, atau Kejuaraan Dunia. Tentunya juga agar selaras dengan standar global dan mampu memberikan motivasi jangka panjang. Selain itu, peninjauan ini juga di arahkan untuk menciptakan keberlanjutan finansial bagi atlet.

Kemudian juga yang tidak hanya berupa penghargaan sesaat pasca kompetisi. Namun melainkan bisa berdampak pada pembentukan dana pensiun atau insentif berbasis performa yang terstruktur. Skema bonus baru berpotensi mencakup mekanisme penghargaan berjenjang. Dan juga dengan beberpa penguatan transparansi dalam proses penilaian, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah. Kemudian juga dengan pihak swasta dalam kontribusi pendanaan. Di sisi lain, pemerintah mempertimbangkan sinkronisasi dengan rencana karier pasca pensiun. Tentunya hal ini agar bonus yang di berikan tidak sekadar habis di gunakan. Akan tetapi dapat mendukung masa depan atlet secara ekonomi. Upaya ini menandakan komitmen serius negara. Terlebihnya juga dalam menghormati pengorbanan atlet yang membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Serta yang sekaligus menjadi sinyal bahwa prestasi tinggi akan di barengi dengan penghargaan yang layak, terukur. Dan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan atlet itu sendiri.

Apa Saja Tantangan Dan Risikonya?

Tentu banyak juga timbul pertanyaan seperti Apa Saja Tantangan Dan Risikonya?. Dan penjelasannya adalah:

Konteks & Rencana Tambahan

Pemerintah menilai bahwa atle sebagai representasi prestasi nasional. Terlebihnya selama ini menghadapi berbagai tantangan: kesejahteraan tidak cukup stabil. Dan di masa depan setelah berkarier di olahraga kurang terjamin, fasilitas pelatihan belum memadai. Serta seleksi serta dukungan kadang tidak konsisten. Sebagai respons, Presiden Prabowo telah memutuskan bahwa “kesejahteraan atlet” harus di jadikan prioritas nasional. Langkah ini berangkat dari keinginan untuk menata ulang sistem pembinaan dan penghargaan atlet. Namun bukan hanya ad hoc berdasarkan prestasi sesaat. Akan tetapi melainkan membangun ekosistem yang holistik: pendidikan, karier, bonus, fasilitas pelatihan. Serta masa depan jangka panjang. Dengan demikian, kebijakan ini bukan sekadar upaya “menghargai medali”. Dan transformasi struktural dalam cara negara mendukung atlet. Mulai dari usia dini, pelatihan, kompetisi, hingga kehidupan setelah karier kompetitif. Sebagai bagian dari mandat tersebut.

Pemerintah telah merancang sejumlah langkah konkret tambahan untuk mendukung atlet secara menyeluruh. Pembentukan payung hukum baru dan fokus pada 21 cabang olahraga unggulan. Pemerintah akan menetapkan regulasi baru sebagai dasar kebijakan pembinaan olahraga. Terlebihnya dengan prioritas pada 21 cabang olahraga yang di proyeksikan untuk meraih prestasi di tingkat Olimpiade. Dalam kerangka ini, ajang seperti SEA Games dan Asian Games di posisikan sebagai sasaran. Tentunya antara bagian dari persiapan jangka panjang. Pembangunan Pusat Olahraga Nasional (PONas) fasilitas pelatihan & pendidikan terpadu. Presiden Prabowo menginstruksikan pembangunan pusat olahraga nasional lengkap. Terlebihnya dengan akademi olahraga, fasilitas asrama, sarana latihan terpadu, layanan kesehatan, dan ruang pendidikan. Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare untuk tujuan ini. Meskipun lokasi pastinya belum di umumkan karena masih dalam proses administrasi.

Jadi itu dia 3 tugas Erick Thohir yang di tujukan untuk altet terkait Prabowo Targetkan Kesejahteraan.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait