Mengapa Siklon Sernya “Aneh”? BMKG Jawab Kapan Berakhir!
Mengapa Siklon Sernya “Aneh”? BMKG Jawab Kapan Berakhir!

Mengapa Siklon Sernya “Aneh”? BMKG Jawab Kapan Berakhir Dengan Berbagai Fakta-Fakta Dari Cuaca Ekstrem Tersebut. Halo para pembaca setia! Indonesia, negara tropis yang akrab dengan musim hujan dan kemarau. Namun kini di kejutkan oleh fenomena atmosfer yang sangat langka. Terlebih sebuah nama asing tiba-tiba menjadi perbincangan hangat. Mengapa Siklon Sernya seperti ini bisa terbentuk di perairan Indonesia. Tentu menjadi suatu kejadian yang menurut catatan BMKG sangat tidak umum? Dan ia biasanya ‘malu-malu’ mendekati garis khatulistiwa. Kehadiran Sernya yang ‘aneh’ ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di benak kita. Apakah ini pertanda perubahan iklim ekstrem? BMKG telah bergerak cepat untuk mengurai misteri di balik pembentukan Sernya. Akan tetapi juga memberikan kabar penting yang kita tunggu-tunggu: prediksi pasti kapan ia akan melemah dan menghilang sepenuhnya.
Mengenai ulasan tentang Mengapa Siklon Sernya “aneh”? BMKG jawab kapan berakhir telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Asal Mula & Perkembangan
Tentu hal ini yang pertama kali terpantau pada 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka. Pada awalnya, gangguan ini hanya berupa kumpulan awan dengan potensi hujan lebat yang tersebar. Namun kondisi atmosfer dan laut yang hangat serta kelembapan tinggi memungkinkan sistem ini berkembang lebih lanjut. Faktor-faktor seperti suhu permukaan laut yang cukup tinggi, kelembapan atmosfer yang mendukung konveksi. Serta gangguan angin lokal yang memicu rotasi. Kemudian menjadi pemicu utama terbentuknya siklon tersebut. Seiring waktu, gangguan tropis 95B mengalami penguatan menjadi depresi tropis dan kemudian resmi disebut Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB. Pada tahap ini, intensitas angin maksimum mencapai sekitar 43 knot. Atau yang setara 80 km/jam dengan tekanan udara pusat 998 hPa. Terlebih hal ini ini bergerak menuju barat laut dengan kecepatan sekitar 10 km/jam. Dan yang mendekati perairan barat Sumatera, sehingga wilayah Aceh dan juga di Sumatera Utara.
Mengapa Siklon Sernya “Aneh”? BMKG Jawab Kapan Berakhir Yang Menyebabkan Kebanjiran!
Kemudian juga masih membahas Mengapa Siklon Sernya “Aneh”? BMKG Jawab Kapan Berakhir Yang Menyebabkan Kebanjiran!. Dan fakta lainnya adalah:
Kenapa Disebut “Tidak Umum” Untuk Indonesia
Ia yang disebut “tidak umum” terjadi di Indonesia karena wilayah Indonesia. Terlebih yang khususnya perairan dekat garis ekuator seperti Selat Malaka. Karena secara geografis dan klimatologis jarang menjadi tempat terbentuknya siklon tropis. Secara ilmiah, terbentuknya siklon tropis memerlukan kondisi tertentu. Tentunya antara lain suhu permukaan laut yang tinggi, kelembapan atmosfer yang memadai. Dan juga rotasi Coriolis yang cukup untuk memicu perputaran angin. Wilayah ekuator memiliki efek Coriolis yang relatif lemah. Sehingga potensi terbentuknya siklon tropis di dekat garis ekuator menjadi rendah. BMKG menekankan bahwa kasus Siklon Senyar ini termasuk langka karena terbentuk di Selat Malaka. Kemudian yang secara historis jarang menjadi jalur atau lokasi awal terbentuknya siklon tropis. Fenomena ini berbeda dengan wilayah timur Indonesia atau Samudra Pasifik dan Hindia.
Tentunya di mana siklon tropis lebih sering muncul karena kondisi atmosfer dan laut yang lebih mendukung. Selain itu, lintasan dan intensitas Senyar juga menunjukkan karakteristik yang tidak biasa. Walaupun siklon ini bergerak mendekati wilayah daratan Sumatera dan Aceh. Kemudian masyarakat di wilayah ini jarang menghadapi siklon tropis dengan kecepatan angin dan gelombang tinggi. Terlebihnya seperti yang di bawa Senyar. Karena kombinasi letak geografis, frekuensi historis, dan dengan intensitas cuaca ekstrem yang di bawa, BMKG menilai Siklon Senyar sebagai fenomena meteorologi yang “tidak umum” terjadi di Indonesia. Sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra bagi masyarakat dan pihak berwenang. Dengan demikian, istilah “tidak umum” tidak hanya merujuk pada jarangnya kejadian siklon di wilayah Indonesia. Namun juga pada potensi dampak signifikan terhadap cuaca ekstrem. Terlebihnya yang saat ini sedang terjadi dari berbagai daratan dan juga di perairan yang terdampak.
BMKG Ungkap Siklon Sernya: Penyebab & Akhir
Tentu masih membahas BMKG Ungkap Siklon Sernya: Penyebab & Akhir. Dan fakta lainnya adalah:
Cuaca & Wilayah Terdampak
Kejadian ini memberikan dampak cuaca yang cukup signifikan di wilayah Indonesia. Terutama di Sumatera bagian barat dan utara, serta perairan sekitar Selat Malaka. BMKG mencatat bahwa siklon ini memicu hujan lebat hingga ekstrem yang berlangsung secara terus-menerus. Sehingga meningkatkan risiko banjir di dataran rendah dan banjir pesisir (rob) di wilayah-wilayah pesisir. Hujan yang intens ini juga berpotensi menyebabkan genangan air di kota-kota dan desa-desa. Kemudian mengganggu aktivitas harian masyarakat. Serta menimbulkan kemacetan dan kerusakan ringan pada infrastruktur yang kurang memadai. Selain hujan, Senyar juga menghasilkan angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai sekitar 43 knot (±80 km/jam). Angin ini menimbulkan potensi pohon tumbang, kerusakan ringan pada bangunan. Serta gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi. Daerah perbukitan dan pegunungan yang terdampak hujan deras secara berkepanjangan juga berisiko mengalami tanah longsor.
Dan juga yang dapat mengganggu jalur transportasi darat. Serta yang membahayakan keselamatan warga di sekitar lereng atau tebing. Wilayah yang paling terdampak oleh fenomena ini meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. Tentunya dengan perairan di sekitar Selat Malaka dan barat Sumatra mengalami gelombang tinggi dan arus laut kuat. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi nelayan, kapal-kapal kecil, dan kegiatan transportasi laut. Sehingga BMKG menekankan pentingnya menunda pelayaran atau menghindari perairan terdampak untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut. Selain itu, dampak cuaca ekstrem yang di bawa Senyar tidak hanya terbatas pada wilayah yang di lalui langsung oleh siklon. Atmosfer yang terganggu akibat pergerakan Senyar menyebabkan peningkatan curah hujan. Serta dengan angin kencang di wilayah sekitar yang lebih luas. Maka masyarakat di daerah-daerah tetangga pun tetap harus waspada. Efek residual dari siklon ini, meskipun intensitasnya menurun, tetap bisa di rasakan selama beberapa hari.
BMKG Ungkap Siklon Sernya: Penyebab & Akhir Dari Tragedi Yang Katanya Mustahil Tersebut
Selanjutnya juga masih membahas BMKG Ungkap Siklon Sernya: Penyebab & Akhir Dari Tragedi Yang Katanya Mustahil Tersebut. Dan kapan berakhirnya yaitu:
Prediksi Kapan Berakhir & Kondisi Saat Ini
Kejadian ini di perkirakan akan mulai melemah dan berakhir dalam beberapa hari setelah mencapai puncak intensitasnya. Menurut pemantauan BMKG, setelah melewati fase siklon tropis penuh pada 26 November 2025. Dan Senyar bergerak menjauhi wilayah daratan Sumatera dan Aceh dengan arah barat laut dan kecepatan sekitar 10 km/jam. Pergerakan ini membuat pusat siklon mengalami pelemahan secara bertahap. Sehingga intensitas angin maksimum dan tekanan udara mulai menurun. BMKG memprediksi bahwa dalam 48 jam ke depan dari titik pengamatan terakhir. Terlebih ia akan melemah menjadi depresi tropis dan selanjutnya kehilangan karakteristik siklon tropis sepenuhnya. Meskipun demikian, meskipun intensitasnya menurun, dampak residual berupa hujan lebat, angin kencang. Dan gelombang tinggi di laut masih dapat di rasakan di wilayah terdampak.
Terutama di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. Hal ini berarti potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang. Serta gangguan transportasi tetap ada hingga siklon benar-benar hilang. Selain itu, BMKG menekankan bahwa efek atmosfer darinya dapat memengaruhi cuaca di wilayah yang lebih luas. Bahkan setelah pusat siklon melemah. Gelombang konvektif dan ketidakstabilan atmosfer masih memungkinkan terjadinya hujan lokal lebat. Dan angin kencang di beberapa daerah barat dan utara Sumatera. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak di imbau untuk tetap memantau perkembangan cuaca secara berkala dan menyiapkan langkah mitigasi. Meskipun ia sudah melemah. Secara keseluruhan, kondisi saat ini menunjukkan bahwa ia sedang dalam fase pelemahan. Namun potensi cuaca ekstrem masih ada hingga beberapa hari ke depan.
Jadi itu dia beberapa fakta mengenai keanehannya dan BMKG jawab kapan berakhirnya terkait Mengapa Siklon Sernya.