
Ramen Hidangan Mi Khas Jepang
Ramen adalah hidangan mi khas Jepang yang terdiri dari mi gandum yang disajikan dalam bentuk kuah yang gurih. Biasanya berbahan dasar kaldu daging atau ikan, serta di bumbui dengan kecap asin, miso, atau garam. Selain itu, ramen bisa sajikan dengan berbagai topping seperti: Chashu (irisan daging babi rebus), Menma (bambu fermentasi), Nori (rumput laut kering), Negi (daun bawang), Telur rebus setengah matang (ajitsuke tamago).
Walaupun ramen berasal dari Tiongkok, dan di kenal sebagai “lamian” (拉面) yang artinya “mi tarik”. Bahkan mi ini di buat dengan tangan dan di tarik-tarik hingga menjadi panjang. Selain itu, Jepang lalu mengadaptasi mi ini dan menciptakan versi mereka sendiri, yang akhirnya di kenal sebagai ramen. Namun nama “ramen” sendiri di yakini berasal dari pengucapan Jepang terhadap “lamian”. Singkatnya pada awal abad ke-20, mi bergaya Tiongkok mulai masuk ke Jepang melalui para imigran Tiongkok, terutama di pelabuhan seperti Yokohama. Sehingga Jepang mengadaptasi mi ini dan menciptakan versi mereka sendiri. Jadi, pertama kali ramen di temukan secara bentuk awalnya adalah di Tiongkok sebagai lamian, tetapi seperti yang kita kenal sekarang adalah hasil pengembangan dan adaptasi dari Jepang.
Variasi Ramen di Jepang :
Berbagai varian sesuai dengan daerah di Jepang. Beberapa di antaranya adalah :
-
Shoyu : Mi dengan kaldu berbasis kecap asin (soy sauce), biasanya memiliki rasa yang ringan dan gurih.
-
Miso : Menggunakan kaldu miso (pasta kedelai fermentasi), memberikan rasa yang lebih kaya dan sedikit manis.
-
Shio : Kaldu berbasis garam, memiliki rasa yang lebih ringan dan lebih sederhana.
-
Tonkotsu : Kaldu yang di buat dengan merebus tulang babi selama berjam-jam hingga menghasilkan kaldu yang kental dan berlemak, terkenal di daerah Kyushu.
Jenis-Jenis Ramen Berdasarkan Daerah di Jepang
Setiap daerah di Jepang memiliki gaya khas dengan rasa dan bahan yang unik dan berbeda mereka memiliki ciri khas sendiri untuk menciptakan ramen yang berkualitas, yang tentunya untuk menarik pelanggan agar kembali berkunjung. Berikut Jenis-Jenis Ramen Berdasarkan Daerah di Jepang, seperti :
-
Sapporo (Hokkaido)
-
Kuah : Miso (miso ramen)
-
Ciri khas: Kuah kental, kaya rasa, sering disajikan dengan jagung manis, mentega, dan daging babi. Cocok untuk musim dingin.
-
-
Hakata (Fukuoka/Kyushu)
-
Kuah : Tonkotsu (tulang babi)
-
Ciri khas : Kuah putih, pekat, dan berlemak. Biasanya disajikan dengan chashu dan takana (sayuran fermentasi pedas).
-
-
Tokyo
-
Kuah : Shoyu (kecap asin)
-
Ciri khas : Kuah bening berwarna coklat gelap, rasa ringan, mi keriting, dan topping sederhana seperti menma dan nori.
-
-
Kitakata (Fukushima)
-
Kuah : Shoyu
-
Ciri khas : Mi lebar dan tebal, kuah ringan, serta topping yang melimpah.
-
-
Kyoto
-
Kuah : Kombinasi antara kaldu ayam dan babi
-
Ciri khas : Tekstur kuah kental dengan rasa gurih mendalam.
-
Mi Instan: Dari Jepang ke Seluruh Dunia
Di Jepang bahkan ada beberapa museum ramen, seperti di Yokohama (Cup Noodles Museum) dan Shin-Yokohama Ramen Museum. Sehingga beberapa restoran di Jepang (dan luar negeri) bahkan punya beberapa tantangan makan raksasa dalam waktu tertentu. Walaupun sekarang identik dengan Jepang, mi gandum dalam kuah awalnya merupakan makanan khas Tiongkok. Ramen instan pertama kali ditemukan oleh Momofuku Ando dari perusahaan Nissin pada tahun 1958. Produk pertamanya adalah Chikin Ramen, sehingga ini membuka jalan bagi lahirnya berbagai merek mi instan yang sekarang kita kenal.
Mi Instan : Dari Jepang ke Seluruh Dunia, sebagai berikut :
-
Nissin – Jepang (Cup Noodles)
-
Ichiran – Jepang (varian instan khas tonkotsu)
-
Samyang – Korea (pedas, populer di kalangan pecinta tantangan pedas)
-
Indomie – Indonesia (lebih ke gaya mi goreng, tapi sangat populer secara global)
-
Myojo – Jepang dan Singapura
Ciri Ramen Instan Premium :
-
Kuah lebih kompleks dan pekat (kadang berbentuk pasta, bukan bubuk)
-
Mi lebih kenyal dan tebal, mirip buatan tangan, ada topping kering seperti narutomaki, daun bawang, atau jagung.
Cara Membuat Ramen Rumahan Sederhana (Versi Mudah)
Jika kamu ingin mencoba membuat ramen sendiri di rumah, oleh karna itu berikut Cara Membuat Ramen Rumahan Sedehana (Versi Mudah) simple tapi tetap lezat:
Bahan-bahan :
Untuk kuah dasar (shoyu sederhana) :
-
1 liter air
-
2 siung bawang putih, geprek
-
1 ruas jahe, iris tipis
-
2 sdm kecap asin
-
1 sdm kecap manis (opsional, untuk rasa lebih seimbang)
-
1 sdt kaldu bubuk (ayam atau jamur)
-
1 sdt minyak wijen
-
Garam dan merica secukupnya
Untuk topping :
-
Telur rebus (ajitsuke tamago kalau ingin versi autentik)
-
Daging ayam/babi rebus, iris tipis
-
Daun bawang iris
-
Jagung manis (opsional)
-
Rumput laut kering (nori)
Langkah-langkah :
-
Membuat kuah:
-
Rebus air bersama bawang putih dan jahe sampai aromanya keluar (sekitar 10 menit).
-
Tambahkan kecap asin, minyak wijen, dan kaldu bubuk.
-
Koreksi rasa dengan garam dan merica.
-
-
Rebus mi:
-
Rebus mi sesuai instruksi pada kemasan, lalu tiriskan.
-
-
Menyajikan:
-
Masukkan mi ke dalam mangkuk.
-
Tuangkan kuah panas di atasnya.
-
Tambahkan topping sesuai selera (telur, daging, daun bawang, dll).
-
Etika Makan Mi Khas Jepang
Bahkan etika makan mi di Jepang cukup unik dan mencerminkan budaya menghargai makanan serta pembuatnya. Berikut Etika Makan Mi Khas Jepang agar kamu bisa menikmati semangkuk ramen seperti orang lokal :
1. Slurping (Menghirup Mi) Itu Boleh dan Justru Dianjurkan
-
“Slurping” akan membantu mendinginkan mi panas sehingga menyebarkan aroma ke “hidung” bagian dari pengalaman rasa dan menyeruput menandakan kamu menikmati makanannya. Jadi, jangan malu .
2. Ucapkan “Itadakimasu” Sebelum Makan
-
Ucapkan dalam hati atau pelan sebelum mulai makan, sebagai bentuk rasa hormat pada makanan dan chef.
3. Makan Langsung Setelah Di sajikan
-
Mi akan menjadi lembek jika di diamkan terlalu lama di kuah panas.
-
Selain itu, jangan menunggu atau ngobrol terlalu lama, langsung nikmati saat ramen masih segar!
4. Gunakan Sumpit dan Sendok dengan Benar
-
Sumpit di gunakan untuk mi dan topping, sendok (biasanya sendok besar dari keramik) untuk menyeruput kuah.
-
Jangan menusuk makanan dengan sumpit atau menjilat ujungnya.
5. Tidak Perlu Pakai Saus Tambahan
-
Bahkan menambahkan kecap, garam, atau saus cabai bisa di anggap tidak sopan.
-
Kecuali restoran menyediakan topping tambahan secara khusus.
6. Makan dengan Tempo Wajar (Cepat tapi Santai)
-
Makan terlalu lambat bisa di anggap tidak menghargai kerja keras chef, apalagi jika restoran ramai.
-
Tapi tidak perlu terburu-buru seperti lomba makan, cukup fokus, nikmati, dan jangan berlama-lama setelah selesai.
7. Ucapkan “Gochisousama deshita” Setelah Makan
-
Bisa di ucapkan kepada staff atau cukup pelan sambil menaruh sumpit di atas mangkuk kosong.
8. Bayar dan Keluar dengan Sopan
-
Lalu Setelah makan, jangan terlalu lama nongkrong, terutama jika antrean panjang.
-
Kemudian ucapkan terima kasih saat keluar.